Menghadapi Tuntutan Teknologi "Generasi Y"

Oleh Yaj Malik, Area Vice President, Citrix Systems, ASEAN DAPAT dipastikan semua orang pernah membaca tentang Generasi Y (Gen Y). Bisa dikatakan mereka seakan mendominasi hampir semua jenis lapangan pekerjaan yang ada di dunia dan mereka dikenal sebagai generasi yang mampu membuat para pemimpin bisnis dan eksekutif tercengang akan semangat dan kemampuan berkreasi mereka miliki. Akibat dari segala bentuk kreatifitas baru, cara perfikir yang berbeda, bakat tinggi serta tingkah laku mereka yang sudah demikian maju dan berani, Gen Y otomatis membutuhkan cara-cara melakukan bisnis dan pekerjaan yang juga berbeda dari cara tradisional.

Namun, sebelum saya menguraikan lebih jauh mengenai kebutuhan Gen Y di tempat kerja, lebih dulu saya ingin menjelaskan siapa saja yang termasuk Gen Y, atau yang juga dikenal sebagai Generasi Digital, ‘Echo Boomers’ atau Generasi Millennium. Kelompok Gen Y adalah mereka yang berusia antara 13 hingga 29 tahun atau biasa disebut anak-anak yang lahir di jaman 'digital'. Mereka tidak mengenal yang namanya telepon putar dan bagi mereka tidak terbayangkan bagaimana orang berkomunikasi sebelum ada yang namanya pesan instan, SMS, e-mail atau Facebook. Saat ini tercatat sebanyak 66 persen Generasi Millennium secara rutin mengakses Facebook atau MySpace, dan hampir 75 persen dari generasi ini melakukan sendiri berbagai kebutuhan Teknologi Informasi (TI) mereka, mulai dari men-down-load hingga meng-instal sendiri berbagai software yang diinginkan untuk komputer mereka. Gen Y cenderung bersikap mandiri, sangat visual dan tidak sabaran terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan selera dan kepribadian mereka yang unik. Misalnya saja jika mereka tidak suka dengan aplikasi yang disediakan oleh tempat kerja mereka, mereka akan mencari sendiri aplikasi lain yang mereka inginkan dari website. Jika tidak puas dengan komputer (PC) yang disediakan kantor, mereka akan membawa laptop kepunyaan mereka sendiri untuk bekerja tanpa peduli dengan aturan dan kebijakan keamanan data yang diterapkan di kantor mereka. Ini adalah hal yang oleh orang-orang departemen TI sangat ditakutkan dari generasi ini, meskipun sebenarnya ketakutan tersebut tidak beralasan. Terdapat 72 juta atau sekitar 30 persen dari populasi Gen Y yang kini telah memasuki dunia kerja. Penggunaan teknologi canggih secara pribadi, serta tendensi alami yang mengaburkan batasan antara kebutuhan TI di lingkungan kerja dan kebutuhan pribadi akan menjadi tantangan sendiri bagi orang-orang TI di perusahaan, karena Gen Y dapat mengancam cara-cara lama yang telah digunakan mereka. Banyak departemen TI perusahaan yang telah mengimplementasikan kebijakan tradisional dan standar aplikasi serta OS dengan variasi yang kurang beragam karena dua alasan utama yaitu, menjaga keamanan data serta kontrol biaya. Di lain pihak, Gen Y akan melakukan berbagai perubahan TI di kantor demi memenuhi kesenangan dan kenyamanan mereka. Menurut Gartner, sekarang makin banyak karyawan yang lebih memilih menggunakan laptop pribadi mereka di tempat kerja, atau dikenal dengan istilah "BYOPC" (Build Your Own PC). Menurut hemat saya, sebenarnya ini adalah sesuatu yang sangat alami, karena anak-anak Gen Y menggunakan teknologi untuk hampir semua aktifitas dan komunikasi mereka sehari-hari. Mereka jadi lebih memilih cara mereka sendiri, dan tuntutan agar mereka tetap menggunakan standar tradisional akan berimbas buruk pada kinerja dan produktivitas mereka. Untuk mengakomodasi kebutuhan karyawan yang berasal dari kelompok Gen Y, saya melihat adanya kebutuhan untuk melakukan perubahan dari kebijakan TI perusahaan yang kaku ke sistem yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap karyawan. Untuk itu dibutuhkan teknologi dan strategi 'pintar' yang mendukung kedua kepentingan yaitu aplikasi data untuk perusahaan dan kebutuhan pribadi. Jadi, konsep utamanya adalah 'ketersediaan' karena Generasi Millennium menuntut semua aplikasi tersedia sesegera mungkin, aman dan berkinerja tinggi. Jika perusahaan melakukan strategi pintar tersebut, maka departemen TI dapat melakukan keseimbangan antara keamanan data perusahaan sekaligus memuaskan kebutuhan para Generasi Millennium. Citrix misalnya telah mengeluarkan seperangkat produk dengan formasi 'Citrix Delivery Centre' yang memungkin fleksibilitas sebagaimana yang diinginkan Generasi Millennium. Dengan strategi penyediaan yang pintar, teknologi ini mampu menjaga keamanan data dan aplikasi yang digunakan untuk perangkat komputer pribadi seperti laptop melalui pemisahan antara perangkat lunak dan keras; kebutuhan desktop dapat disediakan dengan aman; tingkat keamanan yang lebih tinggi untuk berbagai aplikasi Web dan Windows; instalasi yang dapat dilakukan dengan cepat; dan yang terpenting adalah kemampuannya dalam menjaga data-data penting perusahaan yang sensitif melalui pertahanan kuat yang sudah tersedia (built-in) untuk menghadapi berbagai ancaman keamanan. Intinya, demi menjaga kepuasan semua karyawan dalam perusahaan yang dating dari generasi yang berbeda-beda, perusahaan bersama departemen TI perlu melakukan fleksibilitas dalam menyediakan kebutuhan teknologi mereka; namun karena dibutuhkan biaya yang besar akan menyulitkan perusahaan untuk memenuhi setiap kebutuhan. Untuk itu sangat penting untuk membuka mata dalam mencari solusi dan strategi pintar menghadapi serbuan Gen Y. sumber : kompas

Tidak ada komentar: