KIAT SELAMAT DI SAAT KRISIS

Oleh: Eko Endarto

Dikutip dari Kontan, Mei 2008

Kenaikan BBM dan diikuti dengan kenaikan bahan pangan sepertinya sudah tidak bisa ditahan lagi. Bahan pokok yang menjadi kebutuhan harian itu harus ditebus dengan pengorbanan dana yang tidak lagi sedikit.Bayangkan disaat penghasilan belum mungkin meningkat karena perusahaan sulit akibat kenaikan BBM, kita masih harus menerima kenyataan bahwa uang belanja dan uang transport yang sudah disiapkan ternyata tidak lagi bisa digunakan sebagaimana mestinya. Dengan keadaan demikian, apa yang mungkin kita lakukan ?


Memulainya dari dalam

Permasalahan keuangan kita terletak pada satu kenyataan yaitu tidak cukupnya penghasilan yang kita peroleh. Dan jawaban yang tepat untuk mengatasinya juga jelas yaitu membuatnya menjadi cukup. Sebagian dari kita akan berkata menapatkan penghasilan tambahan adalah jalan keluarnya. Saya tidak bisa menyalahkan anggapan seperti itu. Tapi apakah selalu penghasilan tambahan menjadi solusi ? Padahal harus diakui mendapatkan penghasilan dari luar tidaklah mudah. Bahkan kadangkala pengorbanan yang harus dilakukan tidak seimbang dengan hasil yang diperoleh. Belum lagi tidak semua orang bisa melakukannya. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk mencoba mencari tambahan penghasilan dari luar, mungkin pembenahan di dalam bisa dilakukan terlebih dahulu. Sebab adalah suatu yang sia-sia bila kita menambah penghasilan namun tidak ada perubahan pola dalam menggunakan. Sebab yakinlah masalah keuangan bukan bergantung pada berapa besar yang kita dapatkan tapi bagaimana mempergunakannya.

Evaluasi penggunaan Dana Langkah awal untuk menstabilkan keuangan adalah membuat evaluasi terhadap keuangan kita. Coba lakukan pencatatan bulan ini apa saja pengeluaran yang keluarga telah lakukan untuk memenuhi seluruh kebutuhannya. Sebuah keluarga pernah melakukan konsultasi untuk mengelola pengeluaran bulanannya yang katanya selalu di atas target yang telah ditentukan. Setelah dilakukan evaluasi secara bersama-sama, maka diketahui bahwa biaya belanja keluarga selalu melebihi dari anggaran tiap bulan. Ini terjadi karena pada saat belanja, keluarga tersebut selalu melakukannya bersama-sama dan selalu mengeluarkan uang lebih untuk acara sarapan yang tidak dianggarkan sebelumnya. Masalahnya dana ini selalu diambil dari anggaran belanja sehingga uang belanja selalu melebihi target. Untuk itu mulai saat ini pisahkan pengeluaran yang memang utama dengan pengeluaran yang pengikutnya. Dengan demikian akan diketahui berapa besar pengeluaran riil keluarga tiap bulan.
Buat Prioritas pengeluaran Keluarkan yang harus dikeluarkan, dan tahan untuk yang belum dibutuhkan. Kadangkala kita merasa telah berusaha untuk mengeluarkan hanya yang dibutuhkan, dan telah meninggalkan yang diinginkan. Tapi bila ditanya apa kriteria butuh dan ingin ? bagaimana membedakannya ? mungkin tidak semua bisa menjawabnya secara pasti. Butuh adalah pengeluaran yang harus dilakukan, dan ingin adalah pengeluaran yang masih bisa ditunda. Jadi dengan definisi sederhana ini kita seharusnya bisa membuat dengan jelas apa saja prioritas dalam pengeluaran keluarga. Coba tanyakan ke diri Anda pada saat mengeluarkan uang. “Apakah pengeluaran ini bisa ditunda ? apa akibatnya bila ditunda?” bila jawabannya adalah tidak bisa ditunda atau bila ditunda akan mengakibatkan efek negatif yang lebih tinggi, maka itu adalah kebutuhan. Namun bila dari pertanyaan pada diri Anda tadi terjawab bahwa ditundapun tidak menjadi masalah, atau kalau ditunda tidak memberikan efek negatif terlalu besar, maka itu adalah keinginan. Saat ini komunikasi adalah suatu kebutuhan. Dan membeli pulsa otomatis adalah kebutuhan. Bila dengan ditundanya membeli pulsa akan berakibat fatal kepada diri Anda dan keluarga misalnya akan mengganggu usaha keluarga, maka membeli pulsa adalah kebutuhan. tapi bila penundaan membeli pulsa hanya berakibat Anda tidak bisa menghubungi rekan arisan atau rekan nongkrong Anda, maka itu adalah keinginan.
Redam pengeluaran tidak terdeteksi Salah satu kegagalan dalam keuangan keluarga adalah terjadinya pemborosan. Sebuah keluarga pernah melakukan konsultasi tentang hal tersebut. Pengeluaran telah dianggarkan semua, dan secara hitam di atas putih kelebihan dana terdeteksi ada. tapi kenapa di akhir bulan uang tersebut selalu habis bahkan kurang ? Walaupun saya tahu bahwa kita bisa saja melakukan penyusuran satu persatu, tapi saya rasa hal itu akan membosankan. Jadi kenapa tidak kita rubah polanya. Saya menyarankan kepada keluarga itu untuk menambahkan 1 hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya yaitu menyelamatkan kelebihan dana mereka. Tiap awal bulan, setelah menghitung dan membuat anggaran, keluarga tersebut biasanya membiarkan kelebihan dana mereka di dalam tabungan sebagai dana tak terduga. Maka mulai saat setelah konsultasi, mereka harus meletakkan kelebihan dana tersebut dalam bentuk barang produktif, dalam hal ini keluarga tersebut setuju untuk membeli emas koin. Apa yang terjadi ? setelah session konsultasi , tiap bulan keluarga tersebut selalu bisa membeli mas koin dan selalu bertambah terus jumlahnya tiap bulan. Bagaimana dengan dana tak terduga ? saya sarankan untuk menggunakan kartu kredit untuk hal tersebut. Tapi tentu saja dengan konsekuensi harus membayarnya setelah di tagih. Dananya ? ya dari menjual emas. Tapi entah mengapa sampai saat ini kartu tersebut belum pernah digunakan. Kadangkala sadar atau tidak , kalau kita menyisakan uang untuk sesuatu yang tak terduga, maka hal tak terduga itu tersebut bisa terjadi. Untuk itu jangan mengharapkan untuk terjadi, caranya pisahkan dulu kelebihan dana Anda dimuka, agar tidak menjadi pengeluaran tak terduga dan tak terdeteksi

Menyelesaikannya dari luar

Di atas kita sudah membahas bagaimana kita harus bertindak dari dalam untuk menghadapi kemungkinan kenaikan harga-harga. Sekarang saatnya untuk menyelesaikannya dari luar. Sebab pada dasarnya keuangan keluarga bergantung pada dua aspek yang mempengaruhi yaitu dari dalam bagaimana seseorang mengatur dan mengelola uangnya dan dari luar yaitu bagaimana seseorang mengatur dan mengelola semua godaan dan tawaran yang bisa mempengaruhi keuangan keluarga secara keseluruhan.

Menghindari Utang Baru Kalau tidak terpaksa, hindari untuk membentuk utang baru terlebih bila utang tersebut adalah utang konsumtif. Ingat pengeluaran Anda saat ini akan terus meningkat, dan memang sepertinya tambahan dana dari luar adalah salah satu jalan yang bisa ditempuh. Tapi utang bukanlah tambahan dana melainkan tambahan kewajiban yang mau tidak mau harus kita selesaikan. Terlebih dengan kenaikan harga, tidak menutup kemungkinan akan naik juga suku bunga pinjaman yang menjadi kewajiban Anda.
Diskon tidak selalu menjadi jawaban Kalau bicara diskon, biasanya kita mengasumsikannya dengan penyelamat. Bayangkan disaat semua harga tinggi, masih ada yang mau member harga rendah. Tapi kalau saya boleh member saran dalam mengeluarkan dana, yang terpenting bukan berapa besar yang yang Anda keluarkan, tapi untuk apa Anda mengeluarkannya. Daripada mengeluarkan dana sedikit untuk barang yang tidak dibutuhkan atau malah barang yang hanya membuat Anda menjdai lebih konsumtif; mungkin lebih baik membeli barang dengan harga sedikit lebih mahal tetapi memang kita butuhkan.
Menghindari Spekulasi Investasi Satu lagi yang harus dihindari adalah spekulasi investasi. Dengan makin sulitnya keadaan ekonomi, makin banyak orang yang menawarkan alternative penyelesaian yang salah satunya dari sisi investasi.Pada saat demikian, biasanya jenis investasi yang memberikan hasil maksimal dianggap sebagai jalan keluar. Namun bila kita tidak mengerti dan menguasainya, jangan pernah masuk di dalamnya.
Buat perlindungan Salah satu cara untuk melakukan penghematan dan membantu keuangan adalah dengan memindahkan biaya yang mungkin terjadi kepada pihak lain. Dan hal itu bisa dilakukan oleh pihak asuransi. Bila dulu kita terbiasa dengan menyelesaikan semua masalah melalui uang pribadi, mungkin sudah saatnya Anda menyerahkan masalah yang besar-besar kepada pihak asuansi. Biaya kesehatan, perbaikan kendaraan dan perlindungan rumah, bisa sebagai permulaan langkah. Ingat dengan naiknya biaya BBM maka otomatis biaya lainnya juga naik termasuk kesehatan, perbaikan dan pembangunan.
Mencoba menambah penghasilan Terakhir, memang tidak ada jalan lain selain mencoba menambah penghasilan. Mulailah berusaha mengali potensi diri, kenali kondisi lingkungan dan selalu cari alternative adalah salah satu cara untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Tidak perlu besar, tapi buatlah itu menjadi suatu yang rutin. Sehingga diantara semua biaya yang naik tadi, ada sedikit tambahan penghasilan untuk sekedar bisa menambah investasi kita

Salam. Eko Endarto Perencana Keuangan

Tidak ada komentar: