MEMBANGUN KEBIASAAN BERBELANJA YANG SEHAT

Dikutip dari Danareksa.com Banyak dari kita bingung mencari cara bagaimana agar gaji cukup untuk satu bulan karena sering kali gaji tersebut habis sebelum waktunya. Sebenarnya anda bisa menabung dari gaji anda tidak perduli berapapun penghasilan anda, dengan cara membangun kebiasaan yang sehat dalam menggunakan uang dan berani mencoba cara-cara kreatif yang bisa membuat uang anda berkembang dan juga membuat hidup anda lebih baik. Namun, perubahan suatu kebisaan memang selalu membutuhkan penyesuaian dipihak lain. Begitu juga dengan kebiasaan berbelanja, menghabiskan uang pasti jauh lebih menyenangkan daripada harus menyimpannya .

Ketahuilah , Anda tidak harus menderita karena mencoba mengelola uang dengan baik dan mulai menata hidup Anda. Yang harus anda lakukan adalah bagaimana menggunakan uang dengan pintar serta menjadi seorang pembelanja yang hati-hati. Tujuannya adalah agar Anda mendapatkan hasil yang maksimal dari tiap rupiah yang anda hasilkan dan tidak mengeluarkan sepeserpun ketika tidak diharuskan untuk itu. Kita ambil saja contoh lain selain perubahan kebiasaan berbelanja yang juga menjadi masalah kebanyakan orang, misalnya kebiasaan merokok. Anda tahu bahwa merokok merusak kesehatan, menyebabkan gangguan kehamilan, impotensi, jantung dan sebagainya. Anda ingin berhenti merokok sama sekali, tetapi tiap hari selalu saja yang terjadi sebaliknya . Berbagai godaan saat pelaksanaannya membuat kemauan yang sudah kuat harus menyerah dengan olok-olok teman yang bertaruh Anda pasti tidak akan berhasil. Belum lagi yang mulut yang terasa asam, konsentrasi yang tergangggu, kepala pusing karena ternyata berhenti merokok juga membutuhkan penyesuaian kondisi fisik yang lain. Well…. Memang sulit sekali jika Anda harus berhenti merokok sekaligus, tetapi jika satu hari Anda biasa menghabiskan satu bungkus isi 12 batang, kenapa tidak dicoba untuk mengurangi satu batang rokok saja terlebih dahulu. Bedanya tidak terasa bukan ? Jika anda memaksa berhenti sekaligus, Anda pasti akan tersiksa Bagaimana caranya supaya bisa menggunakan uang dengan cermat dan menjadi pembelanja yang hati-hati ? Berikut ini adalah tips-tips belanja pintar yang sederhana dan bisa membantu Anda membangun kebiasaan berbelanja yang sehat, antara lain : 1. Kurangi membeli barang-barang yang nilainya menurun Belanjakanlah uang Anda pada barang-barang yang nilainya bertambah. Kebanyakan orang berbelanja pada barang-barang yang nilainya habis begitu digunakan seperti, makanan, pakaian , atau nilainya menurun seperti barang elektronik dan barang-barang konsumsi lainnya. Selama anda sudah bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan maka berbelanja adalah hal yang wajar dilakukan dan buka sekedar lapar mata saja 2. Little stuff means a lot Seringkali kita tidak merasa keluar uang banyak untuk beli rokok, beli cemilan atau sekedar ngopi-ngopi. Wajar saja jika kita lupa karena jumlahnya kecil saja dan sudah menjadi kebiasaan. Bahayanya adalah karena menjadi kebiasaan sehari-hari maka kita lupa bahwa jumlah yang kecil tadi jika kita kalkulasi dalam setahun jumlahnya jadi besar juga. Tentunya jumlahnya akan jadi lebih berlipat ganda jika diinvestasikan. 3. Jaga total cicilan hutang dibawah 30% dari gaji Kebiasaan orang pada umumnya adalah menggunakan hampir 90% dari penghasilannya perbulan untuk membiayai kebutuhan belanja rumah tangga. Apa yang terjadi jika Anda mempunyai cicilan hutang rumah, mobil atau kartu kredit yang menghabiskan 50% dari penghasilan ? Kemana Anda harus memenuhi kebutuhan belanja rumah tangga. Bisa-bisa Anda mencari pinjaman sana-sini untuk mencover kebutuhan rumah tangga. Karena itu jika anda harus berhutang , jagalah agar total cicilan hutang per bulan jumlahnya tidak lebih dari dari 30% dari penghasilan anda, sehingga sisanya sebesar 70% bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. 4. Kartu kredit bukan uang lebih Kartu kredit seringkali membuat kita lebih kaya daripada yang sebenarnya. Limit kartu kredit membuat kita serasa mempunyai uang tunai lebih. Padahal limit kartu kredit yang diberikan tidak gratis. Begitu kita pakai maka kita harus mengembalikannya , dan jika Anda tidak sanggup membayar lunas maka Anda akan dikenakan bunga. Karean itu untuk belanja sehari-hari bayarlah dengan uang tunai atau dari kartu ATM atau kartu debit Anda. Simpanlah kartu kredit Anda untuk keadaan darurat, sebagai sumber dana cepat kala keadaan gawat namun uang tunai tidak tersedia. 5. Miliki dana cadangan Kadang-kadang walaupun orang sudah mempunyai anggaran belanja, tetap saja kebobolan. Hal ini biasanya karena ada pengeluaran tidak rutin atau tak terduga yang tidak terdapat dalam anggaran. Misalnya ada saudara pinjam uang, memberikan hadiah ulang tahun, sumbangan pernikahan, dan lain-lain. Biasanya untuk membayar pengeluran tak terduga ini kita terpaksa mengambil simpanan dari tabungan atau deposito atau memakai kartu kredit. Jika hal ini terjadi terus menerus akibatnya tujuan investasi Anda bisa tidak tercapai karena dananya selalu terpakai. Karena itu bentuklah dana cadangan minimal sebesar 2 atau 3 kali pengeluaran keluarga Anda per bulan untuk membayar pengeluaran mendadak yang tidak rutin ini. Jika penghasilan Anda tidak rutin atau belum stabil maka bentuklah dana cadangan lebih besar lagi . Sebelum Anda berinvestasi untuk tujuan keuangan apapun, pastikanlah Anda sudah membentuk dana cadangan ini terlebih dahulu.

Read More......

Belajar Dari Kung Fu Panda

Kung Fu Panda merupakan salah satu film animasi garapan Dreamworks, sangat menghibur dari segi cerita, musik, maupun animasinya. Yang paling berkesan dari film tersebut sebenarnya isi atau pesan dari keseluruhan cerita. Di dalamnya banyak sekali teladan sikap untuk meraih keberhasilan dan hidup lebih baik.
Tokoh utama dalam film tersebut adalah seekor panda bernama Po, bertubuh gemuk karena doyan makan, penuh semangat tetapi sedikit ceroboh dan sangat menyukai bela diri kung fu. Meskipun sibuk membantu ayahnya mengelola sebuah restoran mie yang terkenal kelezatannya, ia sangat terobsesi untuk menguasai bela diri kung fu. Po sangat antusias dalam menyaksikan turnamen kung fu yang akan diselenggarakan di kotanya.


Ketika menaiki tangga Po mengalami kesulitan karena tubuhnya yang gemuk. Dengan nafas terengah-engah ia terus mencoba menapaki tangga satu per satu hingga sampai ke puncak. Kegigihan sikap Po membuat master Ogway terkesan lalu memilihnya sebagai Dragon Warrior (Pendekar Naga). Po tentu saja senang bukan kepalang mendapatkan kesempatan tersebut.
Master Shifu, yaitu penerus master Ogway, justru kecewa terhadap pilihan master Ogway. Master Shifu menyayangkan pilihan itu bukan diberikan kepada salah satu diantara ke-5 muridnya. Dari sanalah tantangan bermula, karena master Shifu terus berusaha menyingkirkan Po dari perguruan.
Po sangat sedih karena merasa dirinya tidak disukai master Shifu dan ke-5 muridnya. Suatu saat master Ogway mendekati Po dan berkata, “Yersterday is a history, tomorrow is a mystery but today is a gift, that is why it is called the present.” – Semalam adalah sebuah sejarah, besok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah anugerah. Itulah mengapa hari ini dinamakan present atau hadiah.” Po mengerti maksud ucapan master Ogway agar dirinya menghargai kesempatan yang sudah dapatkan saat itu dan mengabaikan hal-hal negatif di sekelilingnya, termasuk kebencian master Shifu.
Nasehat tersebut benar-benar dilaksanakan oleh Po. Ia berusaha mengambil hati master Shifu dan ke-5 rekan lainnya dengan selalu bersikap riang, senang melucu, dan kepandaiannya memasak. Tetapi master Shifu masih berkeras hati. Ia bersedia melatih Po karena mendapat amanat atau perintah master Ogway sebelum meninggal dunia.
Semangat Po berlatih kung fu sangat luar biasa. Ia senang belajar kung fu bersama idolanya yaitu si monyet. Proses latihan lambat laun membentuk Po menjadi pendekar kung fu handal, bahkan ia mampu menekuk lutut Tai Lung yang nyaris menghancurkan desa mereka, Happy Valley.
Sikap Po membawa pesan untuk kita teladani. Walaupun dirinya merasa tidak disukai, tetapi Po tetap berusaha bersikap sebaik mungkin. Ia menyingkirkan egoisme jauh-jauh, sebab ia tidak ingin melepaskan kesempatan emas yang sudah ada di tangannya. Terbukti sikap Po yang mengabaikan gelembung-gelembung emosi negatif sangat membantu dirinya merebut hati tokoh lain dan konsisten berusaha meraih impian sebagai Dragon Master.
Lebih lanjut dikisahkan Po berhasil menjadi Dragon Master, dan ia berhak membaca Sacred Scroll (surat wasiat) yang ada di perguruan kung fu tersebut. Tetapi Po mendapati tidak ada satupun huruf tertera dalam kitab tersebut. Tentu saja Po kecewa dan merasa kehilangan harapan. Sehingga ia memutuskan kembali membantu ayahnya mengelola restoran mie.
Suatu saat ayah Po membisikkan resep rahasia kelezatan mie mereka. “There is no secret recipe. To make something to be special, you just have to believe it is special. – Tidak ada resep rahasia. Untuk menjadikan sesuatu menjadi spesial maka Anda harus yakin sesuatu itu spesial,” bisik ayahnya. Po terperanjat sekaligus terinspirasi bahwa kitab naga itu memang kosong, tetapi dirinya harus optimis mampu mengalahkan musuh yang sudah menanti.
Apa yang dapat kita petik dari sepenggal bagian kisah tersebut? Sebuah pelajaran bahwasanya memang tak ada rahasia khusus untuk meraih kesuksesan. Masing-masing diantara kita mempunyai potensi, kekuatan dan keunikan tersendiri. Hanya dengan sedikit ketekunan menjalani proses, kemauan memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik serta keyakinan, maka seluruh potensi di dalam diri kita baru akan menjelma menjadi prestasi yang mengagumkan.
Lebih lanjut dikisahkan master Shifu meragukan kemampuan Po, karena ia terlalu gemuk. Ia tidak yakin dapat melatih Po menjadi pendekar Kung Fu. Tetapi dengan bijak Oog way berkata, “There is no accident. You just need to Believe! – Tak ada sesuatu yang kebetulan. Kamu hanya perlu percaya.”
Master Shifu kemudian yakin dapat melatih Po menjadi pendekar hebat. Master Shifu faham Po akan termotivasi belajar keras jika ada makanan. Shifu berhasil melatih Po sampai benar-benar menjadi pendekar hebat karena ia memanfaatkan kelemahan Po yang doyan makan.
Pada segmen kisah tersebut kita dapat belajar bahwa keyakinan merupakan salah satu kunci keberhasilan. Karena keyakinan membuat kita lebih berani menghadapi tantangan dan terus melangkah, tidak menyerah karena kekurangan melainkan menjadikan kekurangan tersebut sebagai kekuatan. Kesuksesan bisa kita peroleh tentu bukan karena faktor kebetulan, melainkan dikarenakan serangkaian tindakan yang pantang menyerah hingga ke titik kesuksesan tersebut.
Sementara itu, dukungan keluarga tentu sangat penting menunjang keberhasilan seseorang. Bagian kisah Kung Fu Panda mengilustrasikan ayah Po sebagai sosok orang tua teladan. Bukan hanya karena kesederhanaannya saja, melainkan dukungan, perhatian dan kasih sayangnya yang sangat besar.
Hal itu terlihat dari caranya menyambut kepulangan Po, sikap maupun kalimat-kalimat positif yang terlontar. Sehingga Po terinspirasi tentang makna kitab yang kosong sekaligus termotivasi lagi. Bagian kisah ini cukup menggugah saya untuk mengoreksi diri apakah sikap dan tutur kata saya sebagai orang tua sudah cukup memberikan keteladanan, kasih sayang dan semangat bagi putra dan putri tercinta agar mereka menjadi generasi berkualitas dan memiliki moralitas?
Film tersebut sangat patut Anda saksikan, karena mengandung begitu banyak pesan positif agar kita dapat hidup lebih baik dan sukses. Salah satu diantaranya adalah hidup lebih baik harus diusahakan melalui serangkaian upaya, mulai dari impian, kemampuan mengendalikan emosi, bekerja dengan keras, cerdas dan ikhlas, sekaligus memperbaiki diri dan meningkatkan semangat. Tak baik hanya berangan apalagi menunggu, karena sekaranglah saat paling tepat untuk segera bekerja mengeksplorasi semua hal terbaik di dalam diri Anda.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com

Read More......

Siapa Takut Menjadi Penulis Buku Bestseller?

Oleh: Victor Asih
Pada pertengahan bulan Maret 2008, saya berkesempatan menjadi pembicara sebuah acara talkshow, dengan tema “Kalau Masih Bisa Berwirausaha, Ngapain Harus Kerja?” yang diselenggarakan di UNPAD, salah satu universitas negeri di Bandung. Selesai acara talkshow, saya dihampiri oleh seorang editor sebuah majalah dan diminta untuk menulis sebuah artikel dengan tema dream untuk dimuat di majalah tersebut.
Wow, itulah pertama kalinya ada yang meminta saya untuk menulis sebuah artikel. Saya saat itu merasa tertantang untuk membuat sebuah artikel karena saya belum pernah sama sekali menulis artikel.



Beberapa hari kemudian, saya berusaha mencari berbagai informasi tentang bagaimana cara menulis artikel melalui internet. Sampai akhirnya saya menemukan website pembelajar.com dan membaca artikel-artikel tentang cara menulis dari Edy Zaqeus, salah seorang penulis buku bestseller. Jadilah saya “korban” dari ide-ide provokatif dalam tulisan itu. Saya terinspirasi dan merasa semakin tertantang untuk dapat menulis.

Akhirnya, saya memutuskan untuk berani membuat sebuah impian baru dalam daftar impian saya, yaitu impian menjadi penulis buku bestseller. Saat saya berani membuat impian ini, saya sama sekali belum berpengalaman ataupun memiliki kemampuan menulis artikel atau buku. Tetapi saya ingat sebuah pepatah, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit.” Ini adalah langkah ajaib pertama yang saya lakukan, yaitu berani memiliki impian.

Walaupun saya memiliki keterbatasan waktu karena kesibukan pekerjaan saya sehari-hari yang sangat padat, belum lagi kendala lainnya, seperti tidak adanya pengalaman menulis sama sekali, tetapi saya tetap berani bermimpi. Impian saya adalah menjadi penulis buku bestseller dan buku itu akan diluncurkan (launching) pada waktu istimewa yang hanya akan muncul setiap 1000 tahun sekali, yaitu pada tanggal 08-08-08.

Saya mengetahui bahwa sebenarnya banyak orang di sekitar saya dalam hatinya meragukan jika saya dapat mencapai impian menjadi penulis buku, apalagi buku bestseller. Namun demikian, saya tidak peduli dengan keyakinan mereka karena berani membuat impian adalah hak saya, dan juga hak Anda! Se”gila” apa pun impian itu merupakan hal terpenting bagi saya untuk berani mewujudkannya karena saya ingin selalu menjadi pemenang, seperti beberapa super hero idola saya semasa kecil (The Flash, Wonder Woman, The Green Lantern).

Akhirnya, di bulan April 2008 saya mulai mewujudkan impian menjadi penulis buku bestseller. Aksi ini diawali dengan saya mulai belajar menuliskan kalimat-kalimat pertama untuk buku saya. Learning by doing, saya belajar menulis kata demi kata untuk sebuah buku bestseller.

Satu setengah bulan kemudian, naskah hasil tulisan saya hampir rampung sesuai target saya yaitu 188 halaman. Saatnya berburu endorser dan mencari penerbit yang mau menerbitkan buku saya.

Bagaimana cara mencari endorser? Saat itu saya belum tahu bagaimana caranya. Learning by doing, saya belajar mencari endorser dengan langsung melakukannya sendiri. “Not doing is not Learning”, prinsip saya. Dalam waktu singkat 8 endorsement (komentar) untuk naskah buku tersebut dari 8 endorser yang terkenal di berbagai kalangan profesi terkumpul. Ada yang dari kalangan birokrat, akademisi, penulis bestseller, profesional, pengusaha, rohaniwan, dan juga motivator.

Bagaimana cara mencari penerbit? Pada saat itu saya juga belum tahu bagaimana caranya mencari penerbit. Apalagi penerbit yang sanggup meluncurkan buku saya hanya dalam tempo sekitar satu setengah bulan saja, mengingat waktu peluncuran buku yang saya inginkan adalah pada tanggal 08-08-08. “Impossible!”, kata beberapa teman saya yang telah menjadi penulis. Mereka berkata bahwa membutuhkan waktu berbulan-bulan sejak naskah diterima penerbit sampai pada peluncurannya. Bahkan ada yang menunggu lebih dari satu tahun baru diterbitkan. Lha, naskah saya dilihat penerbit juga belum.

Hanya empat bulan setelah saya berani bermimpi menjadi penulis buku bestseller, tepat pada tanggal Delapan Agustus 2008 (08-08-08) jam 8.08 malam naskah yang telah saya tulis diluncurkan dalam bentuk sebuah buku Unik serba 8 di Toko Buku Gramedia Paris Van Java Bandung oleh Penerbit Andi dari Yogyakarta.

Acara peluncuran buku begitu menarik minat banyak orang untuk hadir, sehingga 88 kursi yang disediakan oleh panitia tidak dapat menampung seluruh hadirin. Sebagian hadirin terpaksa sambil berdiri mengikuti acara peluncuran buku unik yang dicetak perdana limited edition sebanyak 8.888 eksemplar ini. Luar biasa!

Terbitnya buku perdana ini, yang saya tulis sendiri, adalah hal yang luar biasa bagi saya pribadi. Bukan hanya karena waktu penulisannya yang singkat (88 jam) yang diselesaikan dalam waktu satu setengah bulan, ditengah berbagai kesibukan kerja saya yang dikejar “deadline”. Atau karena proses penerbitannya yang spesial “dicap perangko kilat khusus” oleh sebuah penerbit ternama (salah satu dari tiga penerbit besar yang menyatakan kesanggupannya untuk meluncurkan buku saya tersebut dalam waktu satu setengah bulan).

Tetapi, karena empat bulan sebelum buku ini diterbitkan, tidak pernah terlintas sedikit pun dalam pikiran saya untuk menjadi seorang penulis buku, apalagi penulis buku bestseller. Bagi saya seperti melompat dari “bumi” ke “langit”. Tak pernah terlintas sedikit pun bahwa pada akhirnya setelah buku itu diluncurkan, saya akan mendapatkan puluhan undangan sebagai pembicara talkshow untuk membedah buku tulisan saya. Undangan datang dari berbagai kota dari berbagai universitas terkenal, komunitas, radio, bahkan televisi.

Setelah acara bedah buku selesai, banyak pihak pengundang yang menyatakan bahwa ingin mengundang saya kembali sebagai pembicara motivator dan inspirator di acara seminar atau pelatihan, memberikan kuliah umum atau studium general atau orasi ilmiah di acara-acara universitas, sampai menjadi pembicara talkshow secara rutin di radio-radio.

Hal ini secara tidak langsung mendukung terwujudnya impian saya berikutnya (Langkah Ajaib ke yaitu menjadi seorang pembicara Motivitor (Motivasi dan Inspirasi bersama Victor) dan menyebarkan “virus” semangat entrepreneurship (kewirausahaan) melalui Sekolah Gratis Kewirausahaan bernama USB.

Inilah bukti KEKUATAN dari sebuah IMPIAN! Jadi, jangan ragu melakukan Langkah Ajaib pertama dari 8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit, yaitu Beranilah bermimpi dan Kalahkan semua “Monster” penghalang impian anda. Anda akan terbawa “terbang ke langit” di mana impian anda yang tergantung “setinggi langit” dapat teraih. Everything is possible!

Dikompilasi sebagian dari buku “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit” karya Penulis, sesi “Behind The Writing of This Book” [Victor Asih, Founder Sekolah Bisnis Gratis USB, Mentor, Entrepreneur, Inspirator, Motivator, Software Engineer & Information Technology Consultant, Kolumnis, Penulis Buku Unik Bestseller “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit”] Penulis bisa dihubungi melalui email victorasih@yahoo.co.id atau website www.usbschool.com atau blog usbschool.blogspot.com

Read More......

Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan Bahagia

Pensiun muda, kaya raya, dan bahagia adalah idaman setiap orang. Siapa yang mau kerja sampai tua tapi tetap miskin dan menderita? Ada orang yang setelah menetapkan goal mereka dapat mencapai goal itu dengan cukup mudah. Ada yang perlu kerja sedikit lebih keras… dan akhirnya berhasil. Namun ada juga yang telah bekerja sangat keras tetap belum bisa berhasil.
Sebenarnya apakah sulit untuk bisa pensiun muda, kaya raya, dan bahagia? Ah, nggak. Justru sangat mudah.


Jika memang sangat mudah mengapa banyak orang tidak bisa mencapainya? Nah, inilah alasannya saya menulis artikel ini.
Jawaban singkatnya sederhana sekali. Ini semua bergantung pada definisi sukses yang mereka tetapkan untuk diri mereka.
Lho, maksudnya?
Begini ya. Banyak orang tidak menetapkan secara sadar arti sukses bagi diri mereka. Umumnya orang, termasuk saya juga dulunya, mengadopsi sukses berdasarkan definisi atau kriteria orang lain. Itulah sebabnya bila kita bertanya kepada orang, “Apa yang ingin anda capai dalam hidup?”, mereka akan menjawab, “Sukses”. Kalau kita kejar lagi, “Sukses seperti apa?”, maka umumnya mereka akan menjawab, “Mencapai kebebasan waktu dan uang” atau “Pensiun dini”. Yang paling keren adalah jawaban, “Muda kaya raya, tua foya-foya, mati masuk surga”.
Dulu saya juga ingin sukses seperti di atas. Namun sekarang saya mengerti. Sukses bukanlah seperti yang didefinisikan kebanyakan orang. Kita harus menetapkan sendiri definisi sukses. Saya mendefinisikan sukses sebagai perjalan diri berdasar peta sukses yang kita rencanakan sendiri dengan kesadaran kita saat itu.
Di sini ada dua komponen penting. Pertama, sukses adalah perjalanan yang dilakukan berdasarkan peta sukses. Kedua, peta sukses ini kita rencanakan sendiri dengan kesadaran kita saat itu.
Peta sukses ini adalah impian-impian yang ingin kita capai dalam hidup. Impian harus memenuhi dua syarat utama yaitu harus bersifat personal dan bermakna. Dan yang lebih penting lagi adalah kita menetapkan impian dengan menggunakan kesadaran kita pada saat itu.
Hal ini berarti seiring dengan berkembang dan meningkatnya kesadaran diri maka kita perlu melakukan update impian-impian kita. Ada yang perlu kita tambah dan ada yang perlu kita hapus dari daftar.
Mengapa sampai perlu dihapus dan ditambah? Karena seringkali apa yang dulu kita anggap penting ternyata sekarang sudah tidak penting lagi. Apa yang dulu kita anggap personal dan bermakna ternyata sekarang sudah tidak bermakna lagi karena level kesadaran kita telah berkembang. Sebaliknya apa yang dulu tidak terpikirkan oleh kita, eh… sekarang malah sangat penting untuk kita capai.
Impian harus ditetapkan dengan mengacu pada nilai-nilai hidup (value) tertinggi kita. Tidak asal ditetapkan seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Saat impian sejalan dengan value maka impian ini berisi muatan emosi positif yang tinggi. Emosi positif ini selanjutnya akan menjadi pendorong, motivator, dan sekaligus provokator sehingga kita akan selalu semangat melakukan kerja atau upaya untuk mencapainya. Pencerahan lain yang saya dapatkan adalah kita perlu hati-hati menetapkan makna kata “pensiun”. Mengapa? Karena ada begitu banyak orang sulit mencapai kebebasan waktu dan uang yang mereka impikan karena mereka dihambat oleh kata “pensiun”.
Lho, kok bisa begitu?
Begini ya. Manusia berpikir dengan menggunakan dua pikiran yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Pensiun diartikan sebagai sesuatu yang indah, kebebasan uang dan waktu, ini kan baru kita dapatkan setelah kita dewasa. Apalagi setelah membaca bukunya Robert Kiyosaki Cashflow Quadrant.
Pensiun menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya: 1) tidak bekerja lagi karena masa tugasnya telah selesai, dan 2) uang tunjangan yang diterima tiap-tiap bulan oleh karyawan sesudah ia berhenti bekerja atau oleh istri (suami) dan anak-anaknya yang belum dewasa kalau ia meninggal dunia. Definisi pensiun di atas nggak terlalu bagus, kan?
Nah, bagaimana dengan makna “pensiun” menurut orang di sekitar kita? Berbeda dengan definisi KBBI di atas, dari hasil programming saat kita masih kecil umumnya kata “pensiun” mempunyai arti “berhenti bekerja”, “uang pas-pasan”, “nganggur karena sudah nggak ada kerjaan”, “tidak punya kekuasaan”, “tidak dihargai orang”, “tua dan lemah”, atau “melewati hari-hari yang membosankan”. Hal ini ditambah lagi ada banyak contoh orang yang pensiun dari jabatan tertentu eh.. dua tahun kemudian meninggal.
Jadi, tanpa kita sadari ada muatan emosi negatif yang cukup tinggi yang melekat pada kata “pensiun”. Emosi negatif ini bekerja di level pikiran bawah sadar dan tanpa kita sadari justru menjadi mental block yang menghambat upaya kita.
Langkah awal untuk pensiun adalah melakukan definisi ulang makna kata “pensiun”. Dan pastikan makna ini benar-benar masuk dan tertanam dengan kuat di pikiran bawah sadar kita.
Anda mungkin tidak percaya dengan apa yang saya jelaskan di atas, bahwa apa yang kita pikirkan secara sadar belum tentu sejalan dengan pikiran bawah sadar. Bila sampai terjadi konflik antara pikiran sadar dan bawah sadar maka yang selalu menang adalah pikiran bawah sadar.
Ini saya beri contoh nyata. Seorang kawan, sebut saja Budi, adalah anak muda yang sangat aktif dan percaya diri. Budi punya impian besar. Ia ingin jadi orang sukses. Budi menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Ia serius mengembangkan dirinya dengan membaca sangat banyak buku pengembangan diri, bisnis, keuangan, ekonomi, dan mengikuti berbagai seminar di dalam dan luar negeri. Budi telah mengikuti pelatihan semua pembicara top Indonesia. Di luar negeri Budi, antara lain, mengikuti pelatihan Anthony Robbins dan Robert Kiyosaki.
Setelah dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh Budi akhirnya memilih fast track menjadi orang kaya dengan menjadi pengusaha properti. Budi sadar sesadar-sadarnya bahwa, seperti ilmu yang ia dapatkan dari berbagai pelatihan yang ia ikuti, untuk bisa sukses finansial tidak perlu modal besar. “You don’ need a lot of money to make a lot of money”, ini mantra yang selalu ia sampaikan pada saya, “ Yang penting sikap, keyakinan diri, dan antusiasme”. Namun setelah mencoba sekian lama Budi masih tetap belum bisa berhasil. So, what’s wrong? Some thong wring… eh.. salah… some thing wrong.
Apa yang menjadi penghambat Budi?
Pikiran sadar Budi yakin bahwa tidak perlu uang banyak untuk sukes secara finansial. Namun pikiran bawah sadarnya berkata sebaliknya. Budi belum bisa sukses karena, menurut pikiran bawah sadarnya, tidak punya modal banyak. Hal ini semakin diperparah lagi dengan satu program pikiran yang ia dapatkan dari ayahnya yaitu kalau berbisnis tidak boleh mengambil untung banyak karena pelanggan bisa lari ke orang lain.
Saat keluar dari kondisi relaksasi pikiran dan diajak berdiskusi mengenai mental blocknya Budi sempat bingung. Ia berkata, “Ini benar-benar nggak masuk akal. Saya sudah yakin seyakin-yakinnya kalau mau sukses nggak perlu modal besar, eh… pikiran bawah sadar saya berkata sebaliknya. Makanya susah sekali untuk sukses. Rupanya saya disabotase pikiran saya sendiri. Padahal saya yakin sekali lho dengan apa yang diajarkan Kiyosaki.”
Nah, pembaca, anda jelas sekarang?
Kembali ke definisi kata “pensiun”, saya mendefinisikan pensiun bukan dari ukuran kebebasan waktu dan uang yang saya capai. Saya mendefinisikan pensiun sebagai melakukan sesuatu dengan pikiran tenang dan hati yang damai.
Nah, untuk bisa mencapai pikiran yang tenang dan hati yang damai, saat melakukan suatu kegiatan,pekerjaan, atau bisnis, maka saya perlu menetapkan syarat-syarat yang spesifik. Istilah teknisnya “rule” atau aturan.
Saya menetapkan syarat antara lain: 1) saya suka melakukan pekerjaan itu, 2) semakin saya melakukannya maka semakin diri saya bertumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik, 3) apa yang saya lakukan mempengaruhi hidup orang banyak secara positif, 4) saya menentukan harganya, 5) saya bisa melakukannya di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja, 6) tidak perlu banyak karyawan, 7) gudangnya ada di otak dan komputer saya, 8) saya bersedia tidak dibayar melakukan apa yang saya lakukan, 9) sejalan dengan tujuan hidup saya, 10) bisa diwariskan atau diteruskan oleh anak.
Jika anda baca dengan saksama maka syarat yang saya tetapkan di atas sebenarnya menjelaskan satu hal yaitu passion. Namun juga jangan salah mengerti ya. Jika hanya berbekal passion saja tidak cukup untuk sukses. Passion harus didukung oleh strategi yang jitu dan terarah.
Ada klien saya yang hanya mengandalkan passion saja, walaupun saya tahu ia orang yang sangat kompeten di bidangnya, ternyata harus mengalami kegagalan beruntun di dalam bisnisnya. Waktu saya tanya, “Strategi apa yang akan anda gunakan dalam memasarkan produk anda?”, jawabnya enteng, “Nggak usah pake strategi macam-macam. Pokoknya saya senang melakukan apa yang saya lakukan. Hasilnya pasti akan bagus. Nanti akan sukses dengan sendirinya”.
Apa yang terjadi? Benar di awal bisnisnya pesanan sangat banyak. Namun karena tidak didukung dengan perencanaan yang matang, klien ini harus kalang kabut untuk memenuhi pesanan produknya. Akibatnya, quality control terabaikan. Dan ending-nya, bisnisnya bubar karena banyak klien kecewa dan menolak melanjutkan kerjasama.
Defisi lain yang perlu kita tetapkan dengan sangat hati-hati adalah makna kata “kaya”. Apa ukurannya sehingga seseorang disebut sebagai orang kaya?
Masyarakat umumnya mengukur dari jumlah rupiah yang dimiliki seseorang. Semakin banyak rupiahnya maka semakin kaya orang itu. Apakah benar seperti ini?
Jawaban ini benar, untuk ukuran kebanyakan orang. Namun untuk diri kita sendiri, kita perlu menetapkan definisi yang personal. Kaya sebenarnya tidak ada hubungannya dengan jumlah rupiah. Kaya sebenarnya lebih ditentukan oleh perasaan cukup.
Apa maksudnya?
Begini, ada banyak orang yang sangat kaya (uangnya banyak sekali) namun sebenarnya ia hidup dalam kemiskinan. Juga ada sangat banyak orang yang miskin (uangnya sedikit sekali) namun mereka sangat kaya.
Seorang kawan dengan sangat bijak pernah berkata, “Orang kaya itu adalah orang miskin yang kebetulan uangnya banyak. Sedangkan orang miskin itu adalah orang kaya yang kebetulan uangnya sedikit.”
Lho, kok dibolak-balik?
Kaya atau miskin ini lebih ditentukan oleh perasaan cukup. Saat kita merasa cukup, kita puas dengan apa yang kita miliki, maka pada saat itu kita telah menjadi orang kaya. Kita bisa kaya tanpa harus punya uang sangat banyak. Sebaliknya, walaupun kita punya isi seluruh dunia, namun bila kita masih tetap saja merasa kurang maka sebenarnya kita adalah orang miskin. Bahkan John D. Rockefeller JR., berkata, “Orang termiskin yang aku ketahui adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa kecuali uang”.
Kaya raya ukurannya semata-mata hanyalah suatu perasaan. Dan karena parameternya adalah perasaan maka hal ini sangatlah subjektif. Setiap orang punya takaran sendiri. Kita tidak boleh menggunakan takaran orang lain untuk mengukur diri kita. Demikian pula sebaliknya kita tidak boleh menggunakan takaran kita untuk mengukur orang lain.
Nah, sekarang bagaimana menjadi bahagia?
Jika kita melakukan pekerjaan atau bisnis dengan hati gembira, karena sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan hidup kita, dan menjadi kaya berdasarkan perasaan cukup yang kita tetapkan sendiri, dengan penuh kesadaran, maka hasil akhirnya kita pasti bahagia.
Saya pernah ditanya seorang peserta seminar, “Pak Adi, kalau memang Bapak sedemikian hebat, mengerti otak-atik pikiran, bisa membantu seseorang berubah dan sukses, mengapa Bapak tidak mendirikan banyak perusahaan dan menjadi milyuner? Atau mengapa Bapak tidak mencoba menjadi presiden RI?”.
Menjawab pertanyaan peserta ini saya menjelaskan dua hal. Pertama, saya tidak pernah mengklaim diri saya sebagai orang hebat. Saya hanyalah seorang pembelajar di Universitas Kehidupan yang kebetulan mengambil spesialisasi jurusan teknologi pikiran. Saya belajar dan praktik lebih dulu dari peserta itu. Jika kita sama-sama belajar, bisa jadi peserta itu jauh lebih pintar dari saya.
Kedua, saya tidak akan mau mendirikan perusahaan besar ataupun jadi presiden RI. Sebenarnya sekarang pun saya adalah seorang presiden, Presiden Direktur di perusahaan Kehidupan saya sendiri. Alasan lainnya saya telah menentukan tujuan hidup saya, yang didasarkan pada nilai-nilai hidup saya. Saya punya parameter yang sangat subjektif yang digunakan untuk mengukur keberhasilan hidup saya. Salah satunya adalah ketenangan pikiran dan kedamaian hati.
Nah pembaca, nggak susah kan untuk bisa pensiun muda, kaya raya, dan bahagia? Kalau mati masuk surga, wah ini urusannya sama Tuhan. Saya nggak berani komentar.
Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pakar pendidikan dan mind technology,pembicara publik, dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis dua belas best seller “Born to be a Genius”, “Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success”, “Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?”, “Hypnosis – The Art of Subcsoncsious Communication”, “Becoming a Money Magnet”, “Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian”, dan “Hypnotherapy: The Art of Subconscious Restructuring”, “Cara Genius Menguasai Tabel Perkalian”, “Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian 2, dan “Five Principles to Turn Your Dreams Into Reality”, dan The Secret of Mindset . Adi dapat dihubungi melalui email adi@adiwgunawan.com dan www.adiwgunawan.com , www.QLTI.com

Read More......

Nasehat-nasehat Berwirausaha

Memulai usaha itu memang sungguh luar biasa sulit. Tidak hanya diperlukan modal, tetapi juga tekad, keterampilan, pengetahuan, naluri dan ketekunan. Benarkah hanya itu? Tetapi apa saja yang menentukan keberhasilan kita dalam berwirausaha.
Syukurlah kita sangat banyak terbantu dengan banyaknya para pengusaha sukses yang dengan tulus membagikan kiat-kiat suksesnya untuk kita.

Saya menuliskan beberapa nasehat-nasehat mereka. Saya tidak akan menuliskan nama sumber nasehat dengan beberapa alasan Atau jika pembaca memiliki nasehat lain, silakan tambahkan di baris komentar.

Ketekunan
Seseorang pengusaha sukses di bidang medis dan pendidikan mengatakan bahwa yang terpenting dalam berwirausaha adalah “ketekunan.” Dia juga memberikan contoh banyaknya pengusaha sukses yang justru tidak sukses dalam pendidikannya. Justru orang-orang yang mempunyai nilai akademis yang tinggi biasanya malah tidak sukses dalam dunia usaha.

Berani Mengambil Resiko
Seseorang yang lain juga menonjolkan sifat-sifat keberanian dari seorang pengusaha. Seorang pengusaha harus berani mengambil resiko walau pun secara perhitungan matematis mungkin tampak tidak menguntungkan, tetapi justru seringkali malah menguntungkan. Bahkan keuntungannya tidak sedikit, tetapi banyak sekali.
Terampil & Tidak Putus Asa
Biasanya pengusaha sukses itu pernah mengalami beberapa/banyak kegagalan. Tetapi karena mereka tidak mengenal putus asa dan selalu bangkit, selain memperoleh pelajaran dari pengalaman, mereka jadi terampil dalam mengatasi banyak hal dalam berwirausaha.

Berdoa
Rupanya para pengusaha sukses juga rajin berdoa. Maklum saja karena selama berwirausaha mereka seringkali mempertaruhkan segalanya, termasuk hidupnya & keluarganya demi kegiatan berwirausahanya.
Seseorang konsultan usaha pernah memberikan ilustrasi tentang pentingnya doa bagi pengusaha.
Kalau saya memulai usaha sendiri, sudah pasti saya & keluarga akan berdoa dengan sangat khusuk & tekun untuk memohon agar usaha saya berhasil. Tetapi jika saya berwirausaha bersama banyak teman, maka yang turut berdoa akan lebih banyak lagi, tidak hanya saya dan keluarga saya, tetapi juga mereka dan keluarga mereka.
Berani Berubah
Seorang yang memulai usaha sendirinya harus berani menghadapi perubahan yang bakal mengubah seluruh hidupnya. Perubahan itu bisa positif mau pun negatif. Tetapi sebagai langkah awal, para pemula harus memiliki tekad yang kuat untuk mau berubah dan menghadapi segala tantangan yang bakal menghadangnya.
Seseorang konsultan memberikan tes bagi para pemula atau pengusaha kurang sukses yang ingin memulai usahanya atau yang ingin agar usahanya sukses. Tes yang dilakukan sangat sederhana dan dilakukan saat konsultan tersebut bertemu calon kliennya untuk pertama kali.
Biasanya para pemula atau pengusaha kurang sukses tersebut ingin segera mendapatkan konsultasi atau resep-resep mujarab yang instan demi kesuksesan atau kelanggengan usahanya. Tetapi sebelum melakukan konsultansi, sang konsultan menilainya dan memberikan test.
Suatu ketika sang konsultan menemui calon klien yang tampak bangga dengan kumisnya. Memang kumisnya sangat rapi dan bagus bentuknya. Dengan kumisnya itu, sang calon jadi tampak gagah & ganteng. Sesekali sang calon merapikan kumisnya dengan tangannya untuk memperbaiki bentuknya.
Sang konsultan memberikan tes baginya, yaitu dengan menyuruhnya untuk mencukur habis kumisnya. Tetapi kontan sang calon menolak dan akhirnya sang konsultan menolak menanganinya dan mengatakan bahwa dia tidak berani menerima dan menghadapi perubahan yang sebenarnya sangat penting dalam dunia usaha.
Pandai Mengelola
Seseorang pernah berkata: “Pengusaha yang sukses itu adalah pengusaha yang mampu mempekerjakan orang-orang yang cerdas di bidangnya.” Memang benar adanya. Kesuksesannya ditopang oleh para pekerjanya yang berkompeten di bidangnya. Nah, dengan demikian para pengusaha harus mampu memilih dan mempekerjakan orang-orang seperti ini.
Selain dapat mengelola sumberdaya manusia, para pengusaha juga harus pandai mengelola sumber daya yang lain, misalnya aset, keuangan, dll. Kemampuan mengelola ini justru seringkali tidak ditemui di orang-orang cerdas yang akhirnya menjadi karyawan dari si pengusaha.
Seger & Pinter
Ini ada sebuah nasehat dari seorang motivator usaha
Kalau badan Anda segar, jadilah militer. Kalau otak Anda pinter, jadilah profesor. Tapi kalau badan Anda seger dan otak Anda pinter, jadilah wirausahawan. Jadi dia menekankan pentingnya kesegaran tubuh dan kepintaran otak. Syukurlah jika kita bisa memiliki keduanya. Paling tidak modal sukses sudah ada pada kita.

Kemauan Terus Belajar
Seorang pengusaha sukses pernah berkata bahwa semua usahanya, baik yang gagal mau pun berhasil itu adalah tempat belajarnya. Dan dia mau untuk terus mempelajari setiap usahanya. Bahkan tidak hanya mempelajari apa yang telah dia peroleh dari pengalamannya atau dari teori atau buku, dia juga melakukan percobaan-percobaan dan bermanuver dalam usahanya
http://usaha.wordpress.com/2006/12/22/nasehat-nasehat-berwirausaha/.

Read More......

ALTERNATIF USAHA UNTUK MAHASISWA

Dikutip dari tabloidnova.com
Beberapa minggu lalu, saat saya tampil menjadi pembicara di acara talkshow di di Yogyakarta, hadir beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada di kota tersebut. Mereka banyak mengajukan pertanyaan yang menarik hati saya. Bagaimana mereka bisa menabung? Maklum, tidak semua mahasiswa menerima uang saku yang cukup. Entah karena orang tuanya kurang mampu atau pengeluaran si mahasiswa yang besar. Dari situ, muncul motivasi pada diri si mahasiswa, tidak ada jalan lain kecuali dengan mencari sumber penghasilan. Tak heran banyak mahasiswa yang termotivasi mencari penghasilan. Apa sih alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa? Seperti yang sama-sama kita tahu, mahasiswa pasti punya banyak keterbatasan. Salah satu diantaranya adalah keterbatasan modal. Selain itu, mereka juga punya kewajiban utama yakni belajar. Jangan sampai, mereka asyik bekerja, kuliahnya malah keteteran. Nah lho, bagaimana tuh? Nah, berikut ini saya berikan sejumlah alternatif penghasilan tambahan yang bisa dijalankan oleh mahasiswa.

Menjual Barang
Menjual barang, terutama yang dilakukan secara perorangan, bisa dilakukan di waktu-waktu alias tak terikat waktu. Contohnya, menjual pakaian kepada teman-temannya. Kegiatan itu, tentu bisa dilakukan saat punya waktu luang dan tidak banyak waktu yang terbuang. Cukup dengan beberapa kali telepon atau menawarkan kepada teman-teman di kampus, menunjukkan barangnya, dan ketika ada yang suka dengan barangnya, transaksi pun terjadi. Selesai.
Banyak barang yang bisa dijual. Mulai dari busana dan aksesorisnya, barang-barang elektronik ringan seperti jam tangan, yang "berat" seperti radio tape, vcd player sampai dengan komputer. Prinsipnya, semua barang-barang yang bisa dipakai dan dikonsumsi, bisa diperjualbelikan.
Yang penting harus pandai mencari tempat membeli barang-barang tersebut dengan harga yang murah. Bagi yang modalnya pas-pasan, cukup membeli beberapa barang saja untuk sampel.

Menjual Keahlian
Mahasiswa pasti punya keahlian yang bisa dijual. Contohnya, mereka yang kuliah di bidang sastra bisa menawarkan jasa penterjemah. Bagai yang kuliah di bidang komputer, banyak pilihannya. Yang menekuni studi teknik informatika bisa menjual jasa pembuatan software sederhana kepada perusahaan-perusahaan. Mereka yang kuliah akuntansi bisa mengajar akuntansi privat kepada anak-anak SMA. Yang gemar menulis, juga bisa membuat cerpen dan kirimkan ke Tabloid NOVA. Yang kuliah di bidang sosial politik? Bisa mengirim artikel ke koran.

Yang jelas, alternatif menjual keahlian memiliki kelebihan, yakni tak perlu modal, kecuali keahlian. Cuma jeleknya, kadang-kadang tidak semua mahasiswa memiliki rasa PD (percaya diri) yang cukup ketika mereka harus menjual keahliannya. Seringkali mereka mungkin akan merasa malu, rendah diri, jengah, dan sebagainya.

Membuka Usaha
Bagi yang punya modal lebih, buka usaha bisa menjadi pilihan. Mulai dari toko kelontong, rental komputer atau tempat makan. Untuk menekuni usaha ini harus hati-hati, khususnya soal waktu. Maklum, usaha ini butuh waktu yang banyak. Terutama tahun-tahun pertama. Wah betapa repotnya jika memilih usaha ini. Harus kuliah dan menjalankan usaha yang butuh waktu dan tenaga yang banyak. Usaha ini pas dilakukan saat tugas-tugas kuliah tidak terlalu banyak.

Satu lagi yang harus diperhatikan adalah manajemen, baik ke dalam maupun ke luar yang baik. Manajemen ke dalam adalah bagaimana cara mengelola uang di usahanya, bagaimana cara dia untuk mengatur stok penjualan, dan sebagainya. Sedangkan manajemen ke luar adalah bagaimana cara dia memasarkan dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat luar.

Menjadi Karyawan
Pilihan lain adalah menjadi karyawan. Prinsipnya, sebagai karyawan akan menerima gaji tetap. Tapi banyak hal yang harus diperhatikan, seperti masalah waktu. Pasti tidak ingin, kan, kesibukan sebagai karyawan akan mengganggu kuliahnya? Jadi, bagi mereka yang kuliah hanya di pagi hari, mungkin bisa memilih untuk mencari pekerjaan sebagai karyawan yang hanya bertugas di siang hari. Atau, bagi mereka yang kuliah pagi dan siang, bisa bekerja sebagai karyawan pada usaha-usaha yang berjalan di malam hari, mislanya restoran atau wartel. Prinsipnya, bekerja sebagai karyawan tidak harus dilakukan 8 jam sehari dan tidak harus selalu dilakukan jam 9 sampai 5 sore. Yang namanya usaha kan banyak jenisnya. Bukan begitu?

Network Marketing
Alternatif yang juga bisa dijalankan oleh mahasiswa adalah dengan menjalankan usaha network marketing. Pada network marketing, si mahasiswa itu seperti sedang membuka toko, dan dia bisa mengajak banyak orang di sekililingnya untuk membuka toko juga seperti dia. Seperti layaknya toko, pada network marketing, si mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa keuntungan eceran dari penjualan barang. Selain itu juga bisa mengejar penghasilan lain berupa komisi jaringan. Nah, inilah yang biasanya "diincar".

Enaknya network marketing, si mahasiswa bisa menjalankan usaha ini pada waktu-waktu yang memang dia inginkan. Bukan berarti dia tidak akan sibuk. Dia mungkin akan sibuk, tetapi waktunya biasanya fleksibel. Sudah begitu, modal uang yang dibutuhkan biasanya jauh lebih sedikit.

Mudah-mudahan, dengan Anda menunjukkan artikel ini kepada anak Anda yang mahasiwa, mereka bisa termotivasi juga dalam mencari penghasilan tambahan. Siapa tahu kalau penghasilan tambahannya mencukupi kelak, mereka bisa menabung, dan malah tidak perlu lagi minta uang saku pada Anda. Syukur-syukur malah Anda yang diberi. Bukan begitu kadang-kadang yang kita inginkan?
Salam Safir Senduk Perencana Keuangan

Read More......

MENGELOLA PENGHASILAN TAMBAHAN

Dikutip dari tabloidnova.com Tabloid NOVA No. 908/XVIII

Seberapa banyak diantara Anda yang pada saat ini memiliki penghasilan tambahan? Apakah Anda bisa mengelola penghasilan tambahan itu sehingga bisa membawa manfaat? Anda mungkin punya penghasilan tambahan sekarang. Tapi ingat, penghasilan tambahan itu tidak selalu bisa membuat hidup Anda bertambah baik, lho. Bisa malah sebaliknya.
Misalnya, penghasilan di keluarga Anda Rp 2 juta. Jumlah itu lalu habis untuk membayar segala macam pengeluaran di rumah tangga Anda. Kalau toh bisa menabung, hanya Rp 250 ribu per bulan. Lalu Anda memutuskan untuk mencari penghasilan tambahan.

Setelah cari sana cari sini, Anda memutuskan untuk mencari tambahan penghasilan dengan mengajar. Hasilnya, sih, lumayan. Sebulan bisa mengantongi Rp 500 ribu. Kadang malah bisa Rp 750 ribu per bulan. Pertanyaannya, apakah dengan uang tambahan tersebut, Anda jadi bisa menambah jumlah tabungan Anda yang tadinya hanya Rp 250 ribu menjadi Rp 750 ribu atau malah Rp 1 juta per bulan? Jawabannya, belum tentu. Dengan penghasilan tambahan Anda juga belum tentu bisa mencukupi keperluan-keperluan keluarga yang lainnya? Jadi bagaimana dong? Yuk, simak tips mengelola penghasilan tambahan di bawah ini. Memenuhi kebutuhan keluarga yang belum bisa terbayar dan untuk membayar pengeluaran pribadi. Sekarang, apa sih motivasi Anda sehingga mau capek-capek nyari penghasilan tambahan? Biasanya sih, yang pertama, karena Anda merasa bahwa penghasilan Anda yang sekarang mungkin enggak cukup untuk membayar pengeluaran keluarga.
Kedua, kalaupun pengeluaran keluarga Anda memang sudah bisa terpenuhi, barulah Anda bisa menggunakan penghasilan tersebut untuk membayar pengeluaran-pengeluaran pribadi Anda sendiri seperti untuk beli baju, sepatu, beli buku, atau apalah keperluan Anda. Yang penting kebutuhan rumah tangga sudah terpenuhi toh?
Setoran tabungan dan investasi Anda Kalau Anda punya penghasilan tambahan, jangan semuanya dipakai untuk membayar pengeluaran dong. Adanya penghasilan tambahan justru harus menjadi kesempatan buat Anda untuk menambah setoran tabungan rutin Anda setiap bulannya. Contohnya, dari penghasilan rutin yang Anda dapatkan setiap bulannya, Anda bisa menabung sebesar sekitar Rp 250 ribu per bulannya. Dengan adanya penghasilan tambahan sebesar sekitar Rp 500 ribu per bulan, cobalah untuk menambah setoran tabungan Anda sebesar, misalnya Rp 100 ribu per bulan.

Hindari mengalokasikan semua penghasilan tambahan untuk menaikkan pengeluarannya. Anda hidup bukan hanya untuk hari ini saja kan?

Sisakan untuk modal penghasilan tambahan yang lebih besar. Coba sisakan lagi penghasilan tambahan yang Anda dapat agar Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang lebih besar. Contohnya, Anda dapat "uang sampingan" Rp 750 ribu per bulan. Sebaiknya, gunakan saja Rp 500 ribu-nya untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang tidak bisa dipenuhi dari penghasilan utama Anda. Sisihkan Rp 100 ribu untuk menambah tabungan, sisanya Rp 150 ribu untuk menambah modal. Misalnya, kalau penghasilan tambahan itu didapat dari mengajar bahasa Inggris, Anda bisa membuat 2 pak Kartu Nama tambahan dari sisa yang Rp 150 ribu per bulan itu. Atau bikin brosur. Kalau penghasilan tambahan itu didapat dari berdagang baju, mungkin Rp 150 ribu per bulan itu bisa untuk menambah stok. Terserah Anda. Yang penting, modal usaha sampingan Anda bisa tambah besar.
Jadi bapak ibu, prinsipnya sederhana saja. Kalau Anda punya penghasilan tambahan, jangan hanya untuk membayar pengeluaran-pengeluaran Anda, tapi juga untuk menambah tabungan rutin Anda dan menambah modal usaha agar kian hari penghasilan tambahan Anda kian meningkat.Salam. Safir Senduk Perencana Keuangan

Read More......

SAINGAN TIDAK HARUS JADI LAWAN

Dikutip dari Tabloid Otomotif
Oleh Eko Endarto RFA
Sudah dua minggu ini Alex, pemilik bengkel oli langganan saya uring-uringan. Hampir setiap pekerjaan bawahannya selalu salah. “Kenapa tuh majikan loe? Lagi perang sama orang rumah ya?” tanya saya pada seorang karyawannya. “Dia lagi kesel, soalnya 25 meter dari sini mau dibangun bengkel franchise dari salah satu perusahaan,” terang sang karyawan. Memang sih, di dekat situ lagi dibangun sebuah bengkel yang 90% selesai. Hanya perlu diingat, timbulnya saingan adalah konsekuensi keberhasilan usaha kita. Yang pada dasarnya justru memberi dampak positif.

Coba deh, renungkan hal-hal ini. Bertambahnya Konsumen. Anda mengira pernyataan ini mengada-ada. Mana mungkin konsumen bertambah, wong konsumen kita aja berkurang. Itu tidak benar. Kalau kita bicara jangka pendek memang mungkin karena sebagian konsumen ingin mencoba yang baru. Tapi kalau bicara kelangsungan bisnis Anda di masa datang, pesaing justru membuat konsumen bertambah asal diiringi mutu pelayanan.
Di daerah Tangerang terdapat sebuah mal baru yang di lantai atasnya dibangun sebuah sentra onderdil dan aksesori kendaraan. Pada awalnya di situ hanya ada 2 buah toko. Walaupun hanya dua, tempat itu tetap berjalan karena ada langganan toko tersebut.
Nah, Anda tahu apa yang sangat diinginkan para pemilik kios di sana? Mereka berharap agar kios dan toko lain di sekitar mereka segera buka. Kenapa demikian? Dengan ramainya toko dan kios, maka makin lengkap dan terkenal daerah itu sebagai tempat belanja onderdil dan aksesori.

Memiliki Pembanding dan Tolok Ukur, Ada kelebihan dengan adanya pesaing. Yaitu usaha Anda memiliki pembanding atau standar. Standar di sini tidak selalu berarti pesaing lebih baik. Tapi mungkin pula lebih buruk.
Apa sih kelebihan Anda punya pembanding? Yakni Anda akan tahu bahwa hasil atau pekerjaan Anda baik atau tidak. Sebab dengan adanya pesaing, akan terlihat apakah Anda lebih baik atau lebih buruk.
Kebetulan saya juga tinggal di Tangerang. Seperti pernah dibahas tabloid ini, di sana baru pertama kali SPBU asing dibangun. Ada yang menarik sejak dibangunnya stasiun itu. Yakni naiknya standar pelayanan beberapa SPBU besar yang lebih dulu ada. Meski tak sebaik yang diberikan stasiun pengisian BBM asing, sapaan karyawan dan ucapan terima kasih bukan hal baru lagi yang saya dengar dari mereka.

Memiliki Kesempatan untuk Maju, Jika Anda sedang bersiap didekati saingan, ini saatnya membuat satu langkah ke depan. Bila saingan Anda akan melakukan hal sama, maka saatnya meninggalkan mereka.Dahulu ada sebuah pusat pencucian mobil di daerah Kebon Jeruk satu-satunya yang dilengkapi pengangkat mobil hidraulis untuk mencuci kolong. Setelah hampir 2 tahun tanpa tandingan, tak jauh dari tempat itu dibangun usaha yang sama.

Anda tahu apa yang dilakukan pemiliknya? Ia berusaha memperbaiki pelayanan tanpa berpindah jenis usaha. Ia membuka jenis cuci baru yaitu cuci salju. Dengan begitu ia bisa selangkah lebih maju karena punya kelebihan dibanding pesaingnya. Sekaligus menaikkan harga yang dulu sangat susah. Karena hanya sendiri, sehingga ia dan konsumennya merasa puas dengan apa yang ada.

Lawan tapi Mesra, Punya saingan dekat usaha Anda? Kenapa enggak mengambil sisi positifnya? Ya, kalau Anda bersaing berarti Anda dan saingan selalu berusaha lebih baik. Dalam pelayanan memang kita harus bersaing. Tapi dalam hal kelengkapan dagangan, biasanya saling melengkapi.
Misal, Anda tidak menjual booster rem Kijang, siapa tahu saingan Anda memilikinya. Suruh saja konsumen Anda membeli ke mereka. Apakah Anda rugi? Hmm... Saya kira enggak tuh.

Memang konsumen tidak membeli pada Anda dan Anda tidak mendapat pemasukan. Tapi Anda bisa mengambil keuntungan dengan cara lain. Misal menjual jasa pemasangan booster rem tadi. Bukan hanya memberikan pelayanan, Anda juga telah mempopulerkan daerah usaha Anda.

Seperti dikatakan di awal, timbulnya saingan sejenis di daerah kita merupakan dampak kesuksesan dan keberhasilan yang kita capai. Yang namanya saingan pasti memiliki efek yaitu negatif atau positif.

Tapi sebagai otomania yang gentle kenapa harus takut dengan dampak negatifnya kalau kita bisa mengambil dampak positifnya. Ingat, pengusaha yang tangguh adalah pengusaha yang tidak lari dari persaingan tapi yang bisa menang atas persaingan.

Salam, Eko Endarto PerencanaKeuangan.com

Read More......

Jadi Pemimpin di Usia Muda

Muda, energik, punya kedudukan tinggi dan tentunya berpenghasilan besar. Mungkin itu impian banyak orang saat melamar kerja. Bukan tidak mungkin, karena, saat ini semakin banyak saja pimpinan perusahaan ternama masih muda usia. Tapi tentunya, mereka bisa mencapai level tersebut karena memiliki kualitas tertentu.

Nah, bagaimana bisa mencapainya? Beberapa tips berikut bisa Anda terapkan agar impian Anda terwujud. Kerja saat kuliah Kalau berambisi jadi pimpinan di usia yang relatif muda, salah satunya dengan merintis karier sejak dini. Tidak ada salahnya selagi masih kuliah, sudah nyambi bekerja di suatu perusahaan. Cari pengalaman kerja sebanyak-banyaknya. Untuk itu, cobalah magang di beberapa perusahaan. Atau bisa juga dengan aktif di organisasi. Jadi, begitu lulus, Anda sudah punya bayangan tentang dunia kerja. Hasil suatu penelitian juga menunjukkan, bahwa fresh graduate tanpa pengalaman kerja atau tanpa pengalaman berorganisasi, agak sulit beradaptasi dengan ritme pekerjaan. Mereka biasanya sangat idealis dan kurang bisa memberikan solusi yang tepat dan realistis. Hanya saja, perlu diperhatikan, tetaplah fokus pada kuliah. Jangan sampai gara-gara asyik bekerja, Anda jadi lupa menyelesaikan studi. Sayang kan, kalau tinggal selangkah lagi gelar gagal sampai di tangan. Jangan lupa, level pendidikan juga turut diperhitungkan saat dipromosikan jadi pimpinan. Keep learning Segala sesuatu akan terus berkembang. Termasuk pekerjaan. Kalau sebagai karyawan kita tidak mau mengembangkan diri, bisa-bisa karier kita jalan di tempat. Untuk bisa maju kita harus bisa mengikuti perkembangan teknologi atau ilmu pengetahuan terbaru. Ilmu manajemen pun selalu berubah. Belum lagi jika perusahaan Anda bergerak di bidang yang inovatif, seperti teknologi informasi, pertelevisian, broadcasting, desain produk dan sebagainya. Anda harus siap untuk terus-menerus belajar dan menerima ilmu-ilmu baru yang berkaitan dengan pekerjaan. Be a fast learner Selain harus selalu mempelajari hal-hal baru, kita juga dituntut untuk bisa belajar secara cepat. Artinya, saat mengadaptasi pengetahuan baru, kita bisa cepat mengerti dan mengaplikasikannya dalam pekerjaan. Seringkali, yang membuat karyawan sulit berkembang adalah karena kemampuannya menyesuaikan diri dengan perubahan sangat lambat. Juga ia tidak mampu menyerap pengetahuan baru dengan cepat. Nah, sebagai calon pemimpin, Anda sebaiknya mempersiapkan diri dengan selalu meng-upgrade diri sendiri dengan cepat. Jadi, seandainya bos Anda memberi proyek baru, segeralah cari informasi dan pelajari semua hal berkaitan dengan proyek tersebut. Anda akan terlihat profesional dan kreatif. Asah keterampilan komunikasi Jangan anggap remeh skill yang satu ini, Meskipun Anda lebih sering bekerja di belakang meja, tetapi komunikasi harus tetap jalan terus. Tidak perlu muluk untuk bisa berakrab ria dengan atasan. Kembangkan dulu komunikasi antar rekan kerja satu departemen, lalu meluas ke departemen lain. Siapa tahu dari jalur komunikasi yang kita bangun, kita bisa memperoleh dukungan dari rekan-rekan kerja. Orang yang sulit berkomunikasi sering dinilai negatif oleh atasan. Jangan-jangan punya gangguan jiwa, atau penyakit serius lainnya. Jangan sampai deh! Work smart not hard Jangan cuma bekerja keras sampai terus-menerus lembur tanpa istirahat. Seorang manajer yang hebat bukanlah orang yang selalu pulang malam. Tapi karena ia mampu mendelegasikan tugas dengan baik. Memang, salah satu kualitas yang dicari dari pemimpin adalah kemauan bekerja keras. Tetapi, patut dicatat, kerja keras ini harus disertai kerja cerdas. Maksudnya, bisa mencari solusi-solusi kreatif dari permasalahan yang ada. Misalnya, bagaimana bisa memanage waktu kita dengan baik agar tidak terjadi penumpukan tugas, bagaimana menyelesaikan keluhan pelanggan, dan sebagainya. Dengan bekerja cerdas, hasil kerja yang dicapai akan lebih baik. Dan pastinya, promosi akan lebih cepat sampai ke meja kita. Jadi, sudah siapkah Anda melaju dalam karier? Salam sukses, Dessy Danarti Penulis buku “Sukses Menghadapi Wawancara Kerja” (penerbit Andi, 2005) dan “Sales Magic for Job Seeker” (Penerbit Andi, 2007) http://www.beritanet.com/Business/Career/pemimpin_usia_muda_2.html

Read More......